Selasa, 07 Februari 2017

Cover Majalah

A. PENGERTIAN
    
Majalah (bahasa Inggris: magazine, periodical, glossies atau serials) adalah penerbitan yang dicetak menggunakan tinta pada kertas, diterbitkan berkala, misalnya mingguan, dwimingguan, atau bulanan. Majalah berisi bermacam-macam artikel dalam subyek yang bervariasi, yang ditujukan kepada masyarakat umum dan ditulis dengan gaya bahasa yang mudah dimengerti oleh banyak orang. Biasanya, majalah didanai oleh iklan, harga penjualan, biaya berlangganan yang dibayar di awal, atau ketiganya.[1]
Publikasi akademis yang menulis artikel padat ilmu disebut jurnal ilmiah.

B. LATAR BELAKANG

Kegairahan dunia penerbit yang dapat dilihat dari menjamurnya para penerbit alternatif merupakan fenomena tersendiri yang salain berkaitan erat dengan desain grafis juga berkaitan dengan banyak faktor lain, diantaranya adalah maraknya kajian - kajian budaya. Munculnya gerakan seni rupa ini kontenporer dan sulitnya menembus penerbit besar bagi para penulis. Kegairahan ini dapat dilihat dari berdirinya penerbit Bentang di Yogyakarta. Beberapa penulis yang terlibat.
 Cover buku telah menjadi media yang elit. Elit dalam konteks ini adalah media yang cukup populer untuk diterjuni, digiati, dan sempat marak di medi massa jika diamati, cover buku memiliki penambahan fungsi, awal adalah sebagai media identitas penerbit, media komunikasi isi buku, media pelindung buku, dan media kenang - kenangan. Setelah muncul fenomena penerbit alternatif cover buku menjadi media/ruang berinterprestasi. Orang mengatakan bahwa dalam merancang cover buku, ia mengibaratkan diri sebagai seseorang yang merancang kata pengantar sebuah buku dalam kaidah - kaidah bahasa rupa. Dalam posisi itu desainer cover buku adalah seorang insterprener, seorang yang menafsir, memaknai dan mengkomunikasikan isi buku dengan media komunikasi visual yaitu cover buku.

C. MAKSUD DAN TUJUAN

Memberikan informasi yang lebih detail tentang cover buku, majalah atau tabloid

D. ALAT DAN BAHAN

    1. Kamera
    2. Laptop atau komputer
    3. Aplikasi inkscape
    4. Aplikasi gimp
    5. Foto atau Gambar.

E. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN

Untuk pengambilan gambar memerlukan waktu 2 jam karena terkendala dengan alat dan belum begitu memahami tentang fotografi. Untuk pengeditan memerlukan waktu kurang lebih 5 jam karena foto yang dihasilakn tidak terlalu memuaskan sehingga memerlukan pengeditan yang banyak agar bida digunakan untuk pembuatan cover majalah atau buku.

Contoh cover Majalah

REFERENSI :
https://id.wikipedia.org/wiki/Majalah

Senin, 06 Februari 2017

STORYBOARD II

A. PENGERTIAN

Sebuah storyboard adalah organizer grafis dalam bentuk ilustrasi atau gambar yang ditampilkan secara berurutan untuk tujuan pra-memvisualisasikan sebuah film, animasi, grafis gerak atau urutan media interaktif.

 B. MAKSUD DAN TUJUAN
  1. Mengetahui Kelemahan Storyboard dan Solusinya 
  2. Aspect Rasio
  3. Proses Storyboard
 C. PEMBAHASAN

  • Kelemahan Storyboard dan Solusinya
 Ketidak dapatannya untuk menunjukan gerakan – gerakan kamera, beserta efek optikal, seperti penglarutan atau pemudaran (Blur, Disolving) solusinya.
Dengan tulisan dan gambar skematis untuk mendiskripsikan apa yang tidak dapat di gambarkan
Perlu di perhatikan batas pinggir dari sebuah storyboard (bingkai) untuk menunjukan  sudut pandang, yang dipilih dari keseluruhan ruang.
Siapa yang menggunakan Storyboard Advertising, untuk menjual produk kepada klien Video Game, menggunakan banyak pra-rencana termasuk brainstroming dari konsep game dan interaksi pemakai serial TV, dipakai hanya pada Sequence yang kompleks Multimedia, CD-Rom untuk edukasi, pelatihan atau program-program tutorial Web Design, untuk mengembangkan team dalam pembuatan web design, mendifinisikan elemen-elemen seperti gambar,animasi,video dan ilustrasi Industri dan video-video pemerintahan, untk menampilkan ide-ide pada saat pembuatan sebuah proyek video-video pemerintahan.

  •  Aspect Rasio 
 adalah sebuah ukuran yang berhubungan dengan lebar dan tinggi sebuah layar (misalnya 1.85 : 1 atau 2.35 : 1) Standard Aspect Rasio TV, Layar Komputer 1.33 : 1 Eropa 1.66 : 1 TV Layar Lebar  1.78 : 1 Amerika 1.85 : 1 Panavision, Cinemascope 2.35 : 1
Rumus Aspect Rasio x Tinggi = Lebar.

  • Proses Storyboard
Thumbnail, tahap paling awal yang di pakai ilustrator yaitu menggambarkan dalam bentuk panel sketsa yang masih sangat sederhana  berisi nomor urut sebagai index dan pergerakan kamera atau  pergerakan karakter yang di beri simbol anak panah, Rough Pass, tahapan revisi Thumbnail dan panel yang di gunakan lebih besar dibanding sebelumnya. Pada tahap ini, storyboard lebih mudah di baca oleh non ilustrator seperti pemain, produser, kameramen, kru pencahayaan dan investor.
CleanUp/Final, tahap terakhir yang siap di pakai. Biasanya sudah lengkap dengan narasi, dialog, keterangan sound FX (suara angin/petir).

 D. KESIMPULAN

Papan cerita (bahasa Inggris: Storyboard) adalah salah satu alternatif untuk mensketsakan kalimat penuh sebagai alat perencanaan. Papan cerita menggambungkan alat bantu narasi dan visualisasi pada selembar kertas sehingga naskah dan visual terkoordinasi.

REFERENSI :
https://en.wikipedia.org/wiki/Storyboard 
https://id.wikipedia.org/wiki/Papan_cerita 
https://artofmul.wordpress.com/category/storyboard/

Sabtu, 04 Februari 2017

STORYBOARD

A. PENGERTIAN

Sebuah storyboard adalah organizer grafis dalam bentuk ilustrasi atau gambar yang ditampilkan secara berurutan untuk tujuan pra-memvisualisasikan sebuah film, animasi, grafis gerak atau urutan media interaktif.

B. MAKSUD DAN TUJUAN
  1. Agar mengetahui apa itu pengertian storyboard
  2. Mengetahui tentang Asal Usul Storyboard
  3. Mengetahui tentang Manfaat Storyboard
  4. Tujuan Storyboard 

C. PEMBAHASAN

 Sebuah storyboard adalah organizer grafis dalam bentuk ilustrasi atau gambar yang ditampilkan secara berurutan untuk tujuan pra-memvisualisasikan sebuah film, animasi, grafis gerak atau urutan media interaktif.
http://www.bbc.co.uk/staticarchive/5704d2e01b1bb8219f87861d33ecbf3e4f0febc1.jpg
  • Asal-Usul Storyboard
 Proses storyboard bisa sangat memakan waktu dan rumit. Banyak anggaran yang besar film bisu yang storyboarded tetapi sebagian besar bahan ini telah hilang selama pengurangan arsip studio selama tahun 1970-an. Penciptaan storyboard tersebut diberikan untuk Georges Méliès . [1] Bentuk dikenal luas saat ini dikembangkan di studio Walt Disney selama awal 1930-an. [2] Dalam biografi ayahnya, The Story of Walt Disney (Henry Holt, 1956), Diane Disney Miller menjelaskan bahwa storyboard lengkap pertama diciptakan untuk 1933 Disney pendek Three Little Pigs . [3] Menurut John Canemaker, di Kertas Dreams: The Art dan Artis Disney Storyboard (1999, Hyperion Press), storyboard pertama di Disney berevolusi dari komik-buku seperti "cerita sketsa" diciptakan pada tahun 1920 untuk menggambarkan konsep untuk animasi kartun mata pelajaran pendek seperti Plane Crazy dan Steamboat Willie , dan dalam beberapa tahun ide menyebar ke studio lain.
Menurut Christopher Finch di The Art of Walt Disney (Abrams, 1974), Disney dikreditkan animator Webb Smith dengan menciptakan ide menggambar adegan pada lembar kertas terpisah dan menjepit mereka di papan pengumuman untuk menceritakan kisah dalam urutan, sehingga menciptakan storyboard pertama. Selanjutnya, itu adalah Disney yang pertama kali diakui perlunya untuk studio untuk mempertahankan terpisah "cerita departemen" dengan khusus artis storyboard (yaitu, pekerjaan baru yang berbeda dari animator ), karena ia menyadari bahwa penonton tidak akan menonton film kecuali ceritanya memberi mereka alasan untuk peduli tentang karakter. [4] [5] [6] Studio kedua untuk beralih dari "cerita sketsa" untuk storyboard adalah Walter Lantz Productions pada awal tahun 1935, [7] 1936 Harman-Ising dan Leon Schlesinger Productions juga mengikuti. Tahun 1937 atau 1938, semua animasi studio Amerika menggunakan storyboard.
Gone with the Wind (1939) adalah salah satu yang pertama hidup film action harus benar-benar storyboarded. William Cameron Menzies , film produksi desainer , dipekerjakan oleh produser David O. Selznick untuk merancang setiap shot dari film.
Storyboard menjadi populer di produksi film live-action selama awal 1940-an dan tumbuh menjadi media standar untuk previsualization film. Pace Gallery kurator Annette Micheloson, penulisan pameran Menggambar ke Film: Direktur Gambar, dianggap tahun 1940 untuk 1990 menjadi periode di mana "desain produksi sebagian besar ditandai dengan adopsi dari storyboard". Storyboard sekarang merupakan bagian penting dari proses kreatif.

  • Manfaat Storyboard 
        Salah satu keuntungan menggunakan storyboard adalah bahwa hal itu memungkinkan (dalam film dan bisnis) pengguna untuk bereksperimen dengan perubahan dalam alur cerita untuk membangkitkan reaksi kuat atau kepentingan. Kilas balik, misalnya, sering hasil pemilahan storyboard keluar dari urutan kronologis untuk membantu membangun ketegangan dan bunga.
Manfaat lain dari storyboard adalah bahwa produksi dapat merencanakan film di muka. Pada langkah ini, hal-hal seperti jenis kamera tembakan, sudut, dan pemblokiran karakter diputuskan. [9]
Proses berpikir visual dan perencanaan memungkinkan sekelompok orang untuk melakukan brainstorming bersama-sama, menempatkan ide-ide mereka pada storyboard dan kemudian mengatur storyboard di dinding. Hal ini mendorong lebih banyak ide dan menghasilkan konsensus di dalam kelompok.

  • Tujuan Storyboard
Sebagai panduan bagi orang-orang yang terlibat di dalamnya, mulai dari sutradara, penulis cerita, lighting dan cameraman memungkinkan seorang pembuat film untuk memprevisualisasikan ide-idenya Sebagai Alat untuk mengkomunikasi ide keseluruhan film menjelaskan tentang alur narasi dari sebuah cerita Berperan dalam pewaktuan (timing) pada squence, percobaan-percobaan dengan sudut pandang kamera, perpindahan dengan kesenambungan (countinuity) antara element-element dalam sebuah frame.


D. KESIMPULAN
Papan cerita (bahasa Inggris: Storyboard) adalah salah satu alternatif untuk mensketsakan kalimat penuh sebagai alat perencanaan. Papan cerita menggambungkan alat bantu narasi dan visualisasi pada selembar kertas sehingga naskah dan visual terkoordinasi.


REFERENSI :
https://en.wikipedia.org/wiki/Storyboard 
https://id.wikipedia.org/wiki/Papan_cerita 
https://artofmul.wordpress.com/category/storyboard/

Jumat, 03 Februari 2017

Konsep Content Company Profile

A. PENGERTIAN

Company profile (Profil perusahaan) adalah laporan yang memberikan gambaran tentang sejarah, status saat ini, dan tujuan masa depan sebuah bisnis. Sebuah profil perusahaan bisnis dapat sesingkat satu halaman, atau mengandung data yang cukup untuk mengisi beberapa halaman. Walaupun ada sejumlah format yang berbeda yang digunakan menyusun sebuah profil, ada beberapa jenis informasi  penting yang wajib disertakan.

B. LATAR BELAKANG

Company profile memiliki peranan cukup penting bagi sebuah perusahaan yang melakukan business to business karena dapat mempresentasikan visi dan misi perusahaan atau apa yang ingin ditawarkan kepada konsumen. Selain itu manfaat lain dari company profile sebagai sarana presentasi adalah dapat mempersingkat pertemuan sehingga klien tidak perlu bertanya secara detail tentang profil, visi, dan misi perusahaan secara langsung.

Company profile merupakan pencitraan dari profesionalitas sebuah perusahaan yang dapat digunakan sebagai marketing tool yang efektif karena terdapat unsur visual berupa gambar dan teks, terlebih lagi jika ditambahkan unsur multimedia yang lain akan membuat desain company profile terlihat lebih menarik dan dapat membuat klien terkesan. Company profile yang kurang menarik akan menimbulkan ketidakpercayaan konsumen terhadap suatu perusahaan terutama penyedia jasa. Interaktif company profile merupakan bentuk mutimedia dari desain company profile, dalam interaktif ini klien dapat berinteraksi dan leluasa mengatur jalannya tampilan company profile secara langsung. Interaktif company profile juga dilengkapi dengan gambar bergerak atau animasi agar menarik.

Sebagai air mineral dalam kemasan yang paling terkenal di Indonesia adalah Aqua, ini tidaklah asing di telinga masyarakat. Tetapi , masyarakat Indonesia belum tahu pasti mengenai company profile dari Aqua tersebut.

C. MAKSUD DAN TUJUAN
    Membahas tentang Konsep Konten dalam Company Profile

D. ALAT DAN BAHAN :
  1. Laptop
  2. Koneksi Internet
  3. Materi
E. PEMBAHASAN

Konsep Content Dalam Company Profile

Untuk jenis website company profile ini tujuan utamanya adalah memperkenalkan kepada public informasi tentang company tersebut berkaitan dengan: Nama perusahaan, Tag Line dan Logo.

Menu-menu dalam company profile adalah:
A. Home
B. About US
C. Product/Services
D. Contact Us
E. Client/Project List/Portfolio (optional)
F. News/Articles (optional)
G. Search (optional)

  1. Home
Berisi informasi yang akan ditonjolkan kepada pengunjung.
- Nama bisnis, tagline, logo biasanya ditonjolkan dalam halaman home
- Juga ditampilkan beberapa product/service pilihan
- Welcome yang berisi perkenalan singkat company
- Alamat perusahaan, usahakan
- Beberapa news/article pilihan, ini untuk company yang banyak aktivitas atau yang rajin menulis artikel. Apa yang akan ditampilkan di dalam home ini harus diputuskan saat meeting pertama
  1. About Us
Berisi perkenalan perusahaan
Isinya:
- Latar belakang
- Visi Misi
- Nama bisnis, tagline dan logo
- Sejarah perusahaan
- Bisnis yang digeluti

Tergantung banyaknya data, menu About Us ini bisa terdiri satu atau banyak halaman.
Jika datanya banyak menu About Us dibagi menjadi sub menu-sub menu.
  1. Product/Services
Halaman pertama berisi perkenalan seluruh product/services.
Halaman berikutnya berisi detail dari setiap product/services
  1. Contact Us
Berisi Form supaya calaon customer mudah menhubungi anda.
Pastikan ada detail perusahaan anda seperti alamat, no telepon, fax, email.
Bagus lagi kalau ada peta.
  1. Daftar Client atau Project List
Untuk menunjukkan kompetensi anda di produk atau jasa yang anda tawarkan.
  1. Articles/News
Bagi perusahaan yang aktif, informasi ini bagus ditampilkan untuk memberi kenyamanan kepada calon pelanggan anda bahwa perusahaan anda adalah perusahaan yang sedang aktif. Cantumkan juga tanggal update untuk lebih meningkatkan citra perusahaan anda
  1. Search
Supaya pengunjung mudah menemukan informasi tertentu yang ia cari.

F. KESIMPULAN


Company profile bagi sebuah perusahaan sangatlah penting. Sebab hal itu merupakan salah satu media informasi bagi para pelanggan serta investor untuk mengenal lebih dalam tentang perusahaan tersebut. Dengan semakin banyak pengetahuan pelanggan serta investor tentang perusahaan tersebut, dapat berdampak positif bagi perushaan. Yaitu semakin yakinnya pelanggan serta investor terhadap perusahaan sebab dilihat dari profile prusahaan tersebut. 
Untuk menambah kepercayaan pelanggan serta investor, diperlukan sebuah company profile yang menarik dilihat dengan memperhatikan tampilan Layout, pemilihan warna, serta kata. Tidak lupa pula is yang terkandung dalam company profile tersebut yang sangat penting.

REFERENSI :
http://www.prowebpro.com/articles/konsep_content_company_profile.php

JENIS-JENIS GENRE FILM

A. PENGERTIAN
Film, juga dikenal sebagai movie, gambar hidup, film teater atau foto bergerak, merupakan serangkaian gambar diam, yang ketika ditampilkan pada layar akan menciptakan ilusi gambar bergerak karena efek fenomena phi.
Kata sinema "sinema", yang merupakan kependekan dari sinematografi, sering digunakan untuk merujuk pada industri film, pembuatan film dan seni pembuatan film. Definisi sinema zaman sekarang merupakan seni dalam simulasi pengalaman untuk mengkomunikasikan ide, cerita, sudut pandang, rasa, keindahan atau suasana dengan cara direkam dan gambar bergerak yang di program bersamaan dengan penggerak sensorik lainnya.

B. LATAR BELAKANG 
Di zaman sekarang ini, Film merupakan salah satu hiburan yang dapat diakses dengan mudah. Masyarakat sudah tidak asing lagi menonton film, baik di televise, bioskop, maupun melalui media-media tradisional seperti layar tancap. Masyarakat bisa setiap hari menonton film lebih dari satu judul film, ini dikarenakan kecanggihan teknologi sudah semakin maju.
Berbagai macam film sudah beredar dimasyarakat, dari mulai film documenter yang berkaitan dengan sejarah, hingga film-film animasi untuk kanak-kanak, tinggal bagaimana masyarakat bisa memilih tontonan film yang sesuai dengan usianya.

C. MAKSUD DAN TUJUAN  
  1. Untuk mengetahui tentang jenis-jenis genre film 
  2. Untuk bsa membedakan antara genre film-film yang ada.
D. ALAT DAN BAHAN
  1. Laptop
  2. Koneksi Internet
  3. Materi. 

E. PEMBAHASAN

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigsUcZmvwEFUVoScUiYVoA6pMynrwKaYXD1rC4DdanupWzYWAfoICr1dJS5KKN990aVn2VPVOZgsr6PdrlwxvJoAeYDC7WAmkCxPdPsRj_0lPJENvEY9JQgE-Jfg2lP-QVlJkblKZ9Zo4/s1600/fsd+b.jpg

MACAM-MACAM GENRE FILM
  1. Action = Film yang banyak menghadirkan aksi laga dan pertarungan
  2. Adventure = Film tentang petualangan dan penjelajahan ke suatu tempat/lokasi
  3. Animation = Film kartun yang pembuatannya menggunakan teknik animasi
  4. Biography = Film yang menceritakan biografi seorang tokoh nyata
  5. Comedy = Film komedi lucu dengan tujuan membuat penonton tertawa
  6. Crime = Film dengans tema kriminal sebagai setting utama
  7. Documentary = Film dokumenter tentang topik/objek tertentu
  8. Drama = Film yang menghadirkan konflik drama dari beberapa tokoh yang ada 
  9. Family = Film yang mengandung pesan moral keluarga
  10. Fantasy = Film dengan setting dan karakter yang bersifat fantasi dan imajinatif
  11. History = Film yang menceritakan sebuah kejadian sejarah
  12. Horror = Film horor dengan tujuan membuat penonton ketakutan
  13. Musicals = Film yang menghadirkan tema musikal
  14. Mystery = Film yang mengandung unsur misteri dan penyelidikan
  15. Romance = Film tentang kisah cinta yang romantis
  16. Sci-Fi / Science Fiction = Film tentang sains fiksi dan teknologi
  17. Sport = Film yang bertemakan dunia olahraga
  18. Thriller = Film yang menghadirkan unsur ketegangan sepanjang durasi
  19. War = Film yang bersetting di zaman perang nyata
  20. Western = Film western ala koboy dan dunia barat 

F. KESIMPULAN 

Jika ingin membuat sebuah film , kita harus mengetahui jenis-jenis genre film itu sendiri.

REFERENSI :

Kamis, 02 Februari 2017

PRODUKSI PENYIARAN

A. PENGERTIAN
   Merencanakan sebuah program TV, seorang produser professional akan dihadapkan pada limah hal sekaligus yang memerlukan pemikiran mendalam, seperti materi produksi, sarana produksi (equipment), biaya produksi (financial), organisasi produksi dan tahapan pelaksanaan produksi.

B. LATAR BELAKANG

   Televisi sebagai bagian dari kebudayaan audio-visual merupakan media paling berpengaruh dalam membentuk sikap dan kepribadian masyarakat secara luas. Hal ini disebabkan oleh satelit dan pesatnya perkembangan jaringan televisi yang menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terpencil.
Kultur yang dibawa televisi dengan sendirinya mulai tumbuh di masyarakat

C. MAKSUD DAN TUJUAN
  • Mendapatkan penonton/pemirsa atau penonton sebanyak-banyaknya
  • Mendapatkan audien yang lebih spesifik sesuai dengan program televisi yang ditayangkan.
  • Mendahulukan program-program yang dapat meningkatkan rating stasiun televisi itu sendiri.
  • Mendapatkan apresiasi berupa penghargaan dari berbagi pihak demi meningkatkan stasus.
  • Menayangkan program demi kepentingan publik.


D. PEMBAHASAN 


 https://wayofme.files.wordpress.com/2010/07/female_radio_announcer-pic1.jpg


  Materi Produksi

     Bagi seorang Produser, materi produksi dapat berubah apa saja, kejadian, pengalaman, hasil karya, benda, binatang, manusia merupakan bahan yang dapat diolah menjadi produksi yang bermutu. Seorang produser profesional  dengan cepat mengetahui apakah materi atau bahan yang ada dihadapannya akan menjadi materi produksi yang baik atau tidak
   Kepekaan kreatif dalam melihat materi produksi ini, dimungkinkan oleh pengalaman, pendidikan dan sikap kritis. Selain itu, visi akan menentukan banyak kesanggupannya menjadikannya materi produksi itu berkualitas. Visi sangat menentukan pilihan materi produksi.
   Suatu kejadian yang istimewa biasanya merupakan materi produksi yang baik untuk program-program dokumenter atau sinetron. Tentu saja kejadian itu masih harus dilengkapi dengan latar belakang kejadian dan hal-hal lain yang perlu, untuk menjadikan program itu sebuah program yang utuh. Untuk itu, masih diperlukan riset yang lebih mendalam agar semua data yang bersangkut-paut dengan materi produksi itu.
   Dari hasil riset materi muncul produksi gagasan atau ide yang kemudian akan diubah menjadi tema untuk program dokumenter atau sinetron (film TV).


Sarana Produksi

    Sarana produksi yang menjadi sarana penunjang terwujudnya ide menjadi konkret, yaitu hasil produksi. Tentu saja diperlukan kualitas alat standar yang mampu menghasilkan gambar dan suara secara bagus. Kepastian adanya peralatan itu mendorong kelancaran  seluruh kesiapan produksi.
   Ada tiga unit pokok peralatan yang diperlukan sebagai alat produksi, yaitu unit peralatan perekam gambar, unit peralatan perekam suara dan unit peralatan pencahayaan. Sebaiknya setiap unit memiliki daftar peralatan (equipment list) sendiri-sendiri.
   Pertimbangan penggunaan peralatan dan jumlahnya tergantung pada program yang akan diproduksi. Produksi musik life show memerlukan jumlah berlipat untuk tiap unit dibandingkan dengan produksi Electronic News Gathering (ENG) untuk liputan berita yang sering kali hanya menggunakan satu kamera, mike, dan satu lampu. Didalam perencanaan, daftar peralatan (equipment list) berikut ini sangat perlu dibuat untuk mengetahui jumlah dan macam peralatan yang dipakai


Tahapan Produksi

     Dalam sebuah produksi penyiaran, ada beberapa tahapan yang ada, tahapan itu antara lain:


  • Pra Produksi

    Dalam pra-produksi Anda merencanakan semua aspek logistik dan kreatif produksi, disinilah Anda dituntut untuk berpikir tentang semua masalah yang mungkin terjadi dan mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut
    Pada tahapan ini, yang menjadi fokus atau yang harus dilakukan adalah menentukan ide, menentukan sasaran atau audiens yang dituju, penulisan naskah,


  • Produksi

    Produksi adalah fase eksekusi dari proses rencana pembuatan film, semua materi audio dan visual dibuat dan dikumpulkan. Sebagian besar kru film berpartisipasi dalam tahap ini, disini sutradara dapat memastikan bahwa script/naskah sedang diikuti secara akurat dan bahwa materi-materi yang diambil baik untuk audio maupun Visual merupakan kualitas yang baik.
   Secara teknis kamera dan audio recorder mengaambil peran penting selama produksi, pengambilan gambar dan suara harus didasarkan pada naskah dan storyboard. Saat merekam juga penting untuk menjaga pencahayaan – baik alami maupun buatan, karena akan membantu Anda menyampaikan atmosfer film untuk penonton.


  • Pasca Produksi
    Proses pasca produksi merupakan proses penyuntingan seluruh stok gambar dan suara yang telah diproduksi. Proses penyuntingang (editing) sendiri merupakan proses memotong dan mengatur ulang, membuang apa yang tidak diperlukan dan memastikan bahwa apa yang tersisa menceritakan kisah dengan jelas. Basanya proses pasca produksi membutuhkan waktu yang lebih lama  dari pada proses produksi itu sendiri, hal ini disebabkan pada saat  proses editing harus tetap mengacu dan menggunakan script beserta catatan yang ada pada saat pra produksi dan produksi.
   Dalam proses pasca produksi, efek visual, suara khusus, soundtrack film, judul, credit title, subtitle terjemahan, koreksi warna dan kadang-kadang narasi ditambahkan yang semua materi tersebut disatukan sehingga menjadi satu karya yang utuh.

E. KESIMPULAN

 Sebelum kita memproduksi, kita harus memahami tiga hal, yaitu materi produksi, sarana produksi, dan tahapan produksi.
   Setelah kita memahami tiga hal diatas, maka kita akan merencanakan tiga hal lainnya yang merupakan tahapan dari produksi itu sendiri, yaitu Pra produksi, produksi, pasca produksi.


REFERENSI :
https://id.wikipedia.org/wiki/Penyiaran

Rabu, 01 Februari 2017

PENYIARAN RADIO

A. PENGERTIAN
Radio adalah teknologi yang digunakan untuk pengiriman sinyal dengan cara modulasi dan radiasi elektromagnetik (gelombang elektromagnetik).
https://id.wikipedia.org/wiki/Radio

B. LATAR BELAKANG
            Penyebutan istilah radio pada umumnya masih rancu.
Pengertian pertama adalah: alat/pesawat untuk mengubah gelombang radio menjadi gelombang bunyi/suara. Sedang pengertian lainnya adalah gelombang radio yang merupakan bagian dari gelombang elektromagnetik.
            Pada dasarnya radio dapat diartikan sebagai keseluruhan sistem gelombang suara yang dipancarkan dari suatu stasiun dan dapat diterima oleh pesawat-pesawat penerima di rumah, dimobil, di kapal dan sebagainya.
Radio merupakan salah satu bentuk media massa yang banyak digunakan masyarakat untuk mengakses informasi. Radio pertama kali ditemukan oleh Marconi pada tahun 1896. pada awalnya radio berfungsi sebagai alat untuk menyampaikan informasi dan berita ataupun untuk kepentingan kenegaraan secara umum. Radio publik atau komersil baru muncul pada tahun 1920-an. Sejak itu perkembangannya berkembang pesat. Radio merupakan sumber informasi yang kompleks mulai dari fungsi tradisional, radio sebagai penyampai berita dan informasi, perkembangan ekonomi, pendongkrak popularitas, hingga propaganda politik dan ideologi Sistem komunikasi radio adalah sistem komunikasi yang tidak menggunakan kawat dalam proses perambatannya, melainkan menggunakan udara atau ruang angkasa sebagai bahan penghantar.

C. MAKSUD DAN TUJUAN
  1.  Sejarah Radio
  2. Pengertian Radio Siaran dan Sejarahnya
  3. Pembagian Sistem Radio Siaran
  4. Kelebihan dan Kelemahan radio dengan media lainnya

D. ALAT DAN BAHAN :
  1. LAPTOP
  2. KONEKSI INTERNET
  3. MATERI YANG DIPELAJARI
E. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN

F. PEMBAHASAN

  • SEJARAH SINGKAT RADIO
             Di sini ditekankan bahwa sejarah radio yang dimaksud adalah sejarah teknologi yang menghasilkan peralatan radio yang menggunakan gelombang radio. Dasar teori dari perambatan gelombang elektromagnetik pertama kali dijelaskan pada tahun 1873 oleh James Clerk Maxwell dalam papernya di Royal Society mengenai teori dinamika medan elektromagnetik berdasarkan hasil kerja penelitian yang dikerjakan antara antara 1861 dan 1865. Untuk pertama kalinya, Heinrich Rudolf Hertz membuktikan teori Maxwell yaitu antara 1886 dan 1888, melalui eksperimen. Dan dia berhasil membuktikan bahwa radiasi gelombang radio memiliki sifat-sifat gelombang (sekarang disebut gelombang Hertzian), dan menemukan bahwa persamaan elektromagnetik dapat diformulasikan (dirumuskan) ke dalam persamaan gelombang.
Setelah karya Hertz tersebut dikenal umum, Guglemo Marconi yang terkenal sebagai penemu telegraph tanpa kawat, mulai menggunakan ilmu pengetahuan itu untuk tujuan yang praktis. Marconi berumur 20 tahun ketika pada tahun 1984 membaca Experiment Hertz dalam majalah Italia. Setahun kemudian ia dapat menerima tanda-tanda tanpa kawat dalam jarak satu mil dari sumbernya, dan pada tahun 1896 jaraknya menjadi 8 mil. William Abig dalam bukunya “Modern Public Opinion” menjelaskan bahwa pada tahun 1901 cara-cara pengiriman tanda-tanda tanpa kawat itu oleh Marconi telah dapat dilakukan melintasi Samudra Atlantik. Awalnya sinyal pada siaran radio ditransmisikan melalui gelombang data yang kontinyu baik melalui modulasi amplitudo (AM), maupun modulasi frekuensi (FM). Metode pengiriman sinyal seperti ini disebut analog. Selanjutnya, seiring perkembangan teknologi ditemukanlah internet, dan sinyal digital yang kemudian mengubah cara transmisi sinyal radio.
             Rata-rata pengguna awal radio adalah para maritim, yang menggunakan radio untuk mengirimkan pesan telegraf menggunakan kode morse antara kapal dan darat. Salah satu pengguna awal termasuk Angkatan Laut Jepang yang memata-matai armada Rusia saat Perang Tsushima pada tahun 1901. Salah satu penggunaan yang paling dikenang adalah saat tenggelamnya RMS Titanic pada tahun 1912, termasuk komunikasi antara operator di kapal yang tenggelam dengan kapal terdekat dan komunikasi ke stasiun darat. Radio digunakan untuk menyalurkan perintah dan komunikasi antara Angkatan Darat dan Angkatan Laut di kedua pihak pada Perang Dunia II; Jerman menggunakan komunikasi radio untuk pesan diplomatik ketika kabel bawah lautnya dipotong oleh Britania. Amerika Serikat menyampaikan Program 14 Titik Presiden Woodrow Wilson kepada Jerman melalui radio ketika perang. Siaran mulai dapat dilakukan pada 1920-an , dengan populernya pesawat radio, terutama di Eropa dan Amerika Serikat.Selain siaran, siaran titik-ke-titik, termasuk telepon dan siaran ulang program radio, menjadi populer pada 1920-an dan 1930-an. Penggunaan radio dalam masa sebelum perang adalah untuk mengembangkan pendeteksian dan pelokasian pesawat dan kapal dengan penggunaan radar. Sekarang, radio banyak bentuknya, termasuk jaringan tanpa kabel, komunikasi bergerak di segala jenis, dan juga penyiaran radio. Sebelum televisi terkenal, siaran radio komersial termasuk drama, komedi, beragam show, dan banyak hiburan lainnya; tidak hanya berita dan musik saja.
            Sejarah media penyiaran dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu sejarah media penyiaran sebagai penemuan teknologi dan sejarah media penyiaran sebagai suatu industri. Sejarah media penyiaran sebagai penemuan teknologi berawal dari ditemukannya radio oleh para ahli teknik di Eropa dan Amerika. Sejarah media penyiaran sebagai suatu industri dimulai di Amerika.
  • PERKEMBANGAN PENYIARAN RADIO DI DUNIA
Industri penyiaran radio diawali oleh David Sarnoff yang mendirikan perusahaan pembuat pesawat radio sistem AM yang bernama RCA atau Radio Corporation of America. Liputan kegiatan Pemilu pada tahun 1920 oleh Radio KDKA (USA) dianggap sebagai penyiaran berita pertama secara meluas dan teratur kepada masyarakat. Radio KDKA adalah stasiun penyiaran radio yang berizin komersial yang didirikan oleh Frank Conrad.
Perkembangan industri penyiaran radio FM dimulai ketika pertengahan tahun 1933, Edwin Howard Armstrong dari Universitas Columbia berhasil menemukan frekuensi modulasi (FM), frekuensi yang jauh lebih tinggi dari penyiaran radio AM (yaitu dari 88 sampai 108 MHz). Armstrong kemudian mendemonstrasikan penemuannya kepada David Sarnoff. Namun RCA ternyata lebih tertarik untuk mengembangkan televisi. Armstrong kemudian menjualnya kepada beberapa perusahaan lainnya. Pengembangan radio FM sempat tertunda karena meletusnya Perang Dunia ke 2 dan kalangan industri yang lebih tertarik mengembangkan televisi.
Keuntungan FM dari AM adalah :
1. Dapat menghilangkan “interference” (gangguan, percampuran) yang disebabkan cuaca, bintik-bintik matahari atau alat listrik.
2. Dapat menyiarkan suara sebaik-baiknya bagi telinga yang sensitif.
3. Hasil audio yang lebih jernih, lebih dinamis dan noise yang rendah.
Prinsip dasar penyiaran radio FM adalah proses berubahnya suara penyiar menjadi sinyal listrik dengan menggunakan mikrofon yang kemudian digabung dengan sinyal pembawa frekuensi tinggi dan disiarkan ke radio penerima. Radio penerima menyaring sinyal pembawa tersebut dan menciptakan sinyal analog elektrik original, yang diubah oleh speaker menjadi energi suara. Cakupan penyiaran FM dibatasi oleh garis pandang dari bagian puncak pemancar, maka FM lebih cocok untuk masyarakat di pusat kota daripada masyarakat di pedesaan.
  1. Radio Am
Radio AM (modulasi amplitudo) bekerja dengan prinsip memodulasikan gelombang radio dan gelombang audio. Kedua gelombang ini sama-sama memiliki amplitudo yang konstan. Namun proses modulasi ini kemudian mengubah amplitudo gelombang penghantar (radio) sesuai dengan amplitude gelombang audio. Saat ini radio AM tidak terlalu banyak digunakan untuk siaran radio komersial karena kualitas suara yang buruk.
  1. Radio Fm
Radio FM (modulasi frekuensi) bekerja dengan prinsip yang serupa dengan radio AM, yaitu dengan memodulasi gelombang radio (penghantar) dengan gelombang audio. Hanya saja, pada radio FM proses modulasi ini menyebabkan perubahan pada frekuensi.


  •  SEJARAH PENYIARAN RADIO DI INDONESIA
          Perkembangan penyiaran radio di Indonesia diawali pada masa pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1925 oleh Prof. Komans dan Dr. De Groot yang berhasil melakukan komunikasi radio dengan menggunakan stasiun relai di Malabar, Jawa Barat. Peristiwa ini kemudian diikuti dengan berdirinya Batavia Radio Vereniging dan NIROM. Penyiaran radio di Indonesia dimulai dengan berkembangnya radio amatir yang menggunakan perangkat pemancar radio sederhana yang mudah dirakit. Tahun 1945, Gunawan berhasil menyiarkan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia dengan menggunakan perangkat pemancar radio sederhana buatan sendiri. Pada tahun 1966, mengudara radio Ampera yang merupakan sarana perjuangan kesatuan-kesatuan aksi dalam perjuangan orde baru.
          Pada tanggal 11 September 1945, rapat yang dihadiri oleh para tokoh yang sebelumnya aktif mengoperasikan beberapa stasiun radio Jepang sepakat mendirikan Radio Republik Indonesia (RRI). Rapat juga sepakat memilih Dokter Abdulrahman Saleh sebagai pemimpin umum RRI yang pertama.
Sampai tahun 1997/1998 di Indonesia tercatat 878 radio siaran swasta non pemerintah yang komersial, dengan rincian 511 berfrekwensi AM dan 367 berfrekwensi FM. Setelah era reformasi dimulai, demikian tulis Hinca IP Pandjaitan dalam makalahnya “Tinjauan dan Kritisi Aspek Hukum Dan Frekwensi Tentang Kebijakan Penyiaran Nasional dan Implikasinya” bahwa sampai dengan tanggal 5 Maret 1999 sudah mencapai 915 buah dengan komposisi 502 berfrekwensi AM dan 413 berfrekwensi FM. Posisi ini berubah pada tanggal 27 Mei 1999 menjadi 930.
Pada akhir masa jabatan Habibie (14 Oktober 1999) jumlah radio siaran di Indonesia sudah menembus angka 1070 buah dan RRI 1997/1998 memiliki 53 unit kerja dan hanya 19 buah yang menyelenggarakan siaran selama 24 jam per hari.
           Jumlah stasiun radio di Indonesia pada tahun 2002 mencapai 1188 stsiun radio, 95% berupa radio siaran swasta/non pemerintah dan 5% radio pemerintah atau RRI. Sekitar 37% dari radio swasta beroperasi pada frekwensi AM dan sisanya 73% pada frekwensi FM.
Di kabupaten Kuningan misalnya pada masa ORBA hanya tercatat hanya ada empat radio siaran swasta dengan frekwensi AM. Setelah reformasi sejak 1999 jumlahnya berubah menjadi dua belas dengan peningkatan frekwensi ke FM. Demikian juga terjadi di wilayah kabupaten lain seperti Cirebon dan Indramayu. Ini menunjukkan bahwa minat pendirian radio masih cukup tinggi. Sementara di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung meningkatkan layanan siarnya dengan menggunakan teknologi satelit dan e-radio dengan tetap memelihara penyiaran konvensional.

  • PEMBAGIAN SISTEM RADIO SIARAN
Jika dalam media massa cetak seperti surat kabar, pembagian ruangan untuk berita disebut “editing” dan dianggap sebagai hal yang penting, maka dalam radio siaran adalah pendistribusian waktu yang dinamakan programming dan ini dianggap hal yang sangat penting. “Programming atau “penataan acara siaran” ini tidak mempunyai pola yang baku. Ini banyak tergantung dari system pemerintahan dimana badan radio siaran itu berada dan tergantung dari bentuk dan badan organisasi radio siaran itu. Jadi, sistem radio siaran yang ditentukan oleh sistem pemerintahan itu, menentukan jenis pembagian bahan siaran.
Pada dasarnya sistem radio siaran dapat dibedakan sebagai berikut :
     1. Radio Siaran Pemerintah (Goverment Ownership and Operation Broadcasting)
Badan radio siaran ini dimiliki dan dikuasai pemerintah. Pengelolaanya diserahkan kepada salah satu departemen. Pemerintah republik Indonesia, misalnya, menempatkan RRI pada Departemen Penerangan. Karena milik pemerintah dan dikuasai pemerintah maka Radio Siaran Pemerintah melakukan operasinya dengan menyandang misi pemerintah. Biayanyapun termasuk anggaran belanja pemerintah. Perbedaan RRI dari Radio Siaran Pemerintah lainnya adalah bahwa RRI mencari sumber biaya dari periklanan. Jadi RRI tidak lagi berfungsi sosial, tetapi juga komersial. Hal ini dikukuhkan dengan SK Menteri Penerangan RI No. 19 Tahun 1968. Meskipun demikian, sejalan dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku, pelaksanaan RRI di bidang komersial selalu dibatasi dalam arti kata aktivitas dan penggunaan dari hasilnya.
    2. Radio Siaran Semi Pemerintah (Public Corporation Broadcasting)
Ini merupakan perusahaan umum (public enterprise) di bawah pengawasan sebuah korporasi (corporation) yang bebas (Independent) tetapi terikat oleh sebuah charter untuk melaksanakan siarannya guna kepentingan umum seluruh negeri. Radio siaran dengan bentuk organisasi corporation berdasarkan sebuah charter yang berlaku untuk masa (10 sampai 25 tahun) yang dapat diperpanjang lagi. Penyelenggaraan dipimpin oleh suatu direksi yang diawasi oleh sebuah dewan yang disebut “Broad of Governors” yang beranggotakan wakil-wakil pemerintah dan Parlemen. Penyusunan program dibantu oleh Advieory Council. Untuk kelangsungan siarannya, para pemilik pesawat radio dipungut iuran (lisence fee). Hidupnya sebagian corporation sebagian besar adalah dari iuran radio, dan hanya sebagian kecil saja diperoleh dari usaha sendiri seperti penerbitan, pertunjukan, dan lain sebagainya. Usaha dalam bentuk periklanan tidak dibenarkan.
Dalam pada itu sensor terhadap isi siaran tidak dilakukan oleh pemerintah, karena kehendak masyarakat dan kepentingan Pemerintahan telah terjamin oleh “Broad of Governors” tadi, yang terdiri dari wakil-wakil pemerintahan dan Parlemen.
   3. Radio Siaran Swasta (Private Enterprise Broadcasting)
Badan radio siaran swasta ini dimiliki perorangan dan sifatnya komersial. Dengan lisensi pemerintah, biaya untuk kelangsungan hidupnya diperoleh dari periklanan dan persponsoran acara (sponsored program). Di Amerika Serikat radio siaran swasta mempunyai jaringan yang luas, seperti NBC, CBS, ABC, dan MBS. Sesuai dengan sistem pemerintahan Amerika Serikat, badan radio siaran tersebut mempunyai kebebasan sepenuhnya, dalam arti kata tidak mengenal sensor. Ini tidak berarti bahwa pengelolaannya tidak mengenal tanggung jawab nasional dan tanggung jawab sosial. Tanggung jawab mereka adalah pada kesadaran sendiri atau hati nurani sendiri yang dengan sendirinya bertanggung jawab secara nasional dan sosial.
Ketiga sistem radio siaran tersebut menentukan pembagian bahan siaran untuk diproduksikan dan disajikan kepada para pendengar. Pada umumnya terdapat dua metode penggolongan bahan siaran yang dianut oleh badan-badan radio siaran di dunia
  • KELEBIHAN DAN KELEMAHAN RADIO
        Sebagai unsur dari proses komunikasi, dalam hal ini sebagai media massa, radio siaran mempunyai ciri dan sifat yang berbeda dengan media massa lainnya. Jelas berbeda dengan surat kabar yang merupakan media cetak, juga dengan film yang bersifat mekanik optic. Dengan televisi, kalau pun ada persamaannya dalam sifatnya yang elektronik, terdapat perbedaan, yakni radio sifatnya audial, televisi audiovisual.
Penyampaian pesan melalui radio siaran dilakukan dengan menggunakan bahasa lisan; kalaupun ada lambang-lambang nirverbal, yang digunakan jumlahnya sangat minim, umpamanya tanda waktu pada saat akan memulai acara warta berita dalam bentuk bunyi telegrafi atau bunyi salah satu alat musik. Keuntungan radio siaran bagi komunikan adalah sifatnya yang santai. Orang bisa menikmati acara siaran radio sambil makan, sambil tidur-tiduran, sambil bekerja, bahkan sambil mengemudikan mobil. Tidak demikian dengan media massa lainnya.
Karena sifatnya auditori, untuk didengarkan, lebih mudah orang menyampaikan pesan dalam bentuk cara yang menarik. Bandingkan dengan media massa lainnya, umpamanya televisi, kalau kita ingin menyampaikan pesan dalam bentuk drama. Sebuah kisah di hutan, di dasar laut, ataupun di neraka lebih mudah disajikan dibanding kalau disampaikan melalui surat kabar, televisi atau film. Penyajian hal yang menarik dalam rangka penyampaian suatu pesan, adalah penting, karena publik sifatnya selektif. Begitu banyak pilihan di antara sekian banyak media komunikasi, dan begitu banyak pula pilihan acara dari setiap media. Dalam hubungan ini musik memegang peranan sangat penting. Siapa orangnya tidak tertarik oleh musik ? Di antara acara-acara musik yang memukau itulah pesan-pesan disampaikan kepada pendengar. Radio merupakan sumber informasi yang kompleks mulai dari fungsi tradisional, radio sebagai penyampai berita dan informasi, perkembangan ekonomi, pendongkrak popularitas, hingga propaganda politik dan ideologi. Bagi pendengarnya radio adalah teman, sarana komunikasi, sarana imajinasi, dan pemberi informasi
Daya pikat untuk melancarkan pesan ini penting, artinya dalam proses komunikasi, terutama melalui media massa, disebabkan sifatnya yang satu arah (one way traffic communication). Komunikasi hanya dari komunikator kepada komunikan. Komunikator tidak mengetahui tanggapan komunikan. Kelemahan ini bagi radio ditambah lagi dengan sifatnya yang lain, yakni “sekilas dengar”. Pesan yang sampai pada khalayak hanya sekilas saja, begitu terdengar begitu hilang. Arus balik (feedback) tidak mungkin pada saat itu. Pendengar yang tidak mengerti atau ingin memperoleh penjelasan lebih jauh, tak mungkin meminta kepada penyiar untuk mengulang lagi. Karena kelemahan itulah, maka radio siaran banyak dipelajari dan diteliti untuk mencari teknik-teknik yang dapat mengatasi kelemahan-kelemahan tersebut sehingga komunikasi melalui radio siaran lebih efektif.
Televisi dan radio dapat dikelompokkan sebagai media yang menguasai ruang tetapi tidak menguasai waktu, sedangkan media cetak menguasai waktu tetapi tidak menguasai ruang.

G. KESIMPULAN

      Radio merupakan sumber informasi yang kompleks mulai dari fungsi tradisional, radio sebagai penyampai berita dan informasi, perkembangan ekonomi, pendongkrak popularitas, hingga propaganda politik dan ideologi. Bagi pendengarnya radio adalah teman, sarana komunikasi, sarana imajinasi, dan pemberi informasi.
      Di Indonesia, radio sebagai media yang terkait dengan medium kebutuhan lokal. Media komunikasi massa yang hanya memiliki skala lokalitas suatu daerah tertentu berbeda dengan televisi dan film yang skalanya nasional.
Perkembangan radio di Indonesia dimulai dari zaman penjajahan Belanda, penjajahan Jepang, masa kemerdekaan, dan zaman orde baru. Radio siaran disebut sebagai “The Fifth Estate” atau memilki lima kekuatan yaitu, fungsi kontrol sosial, memberikan informasi, menghibur, mendidik serta melakukan kegiatan persuasif.
       Kehadiran media radio tidak dapat dilepaskan dari inovasi teknologi yang dilakukan Marconi. Penggunaan media ini mempengaruhi banyak aspek kehidupan khususnya dalam bidang sosial dan ekonomi. Masyarakat sebagai pengguna teknologi radio berlanjut terus saat kemunculan teknologi radio yang bersifat penyiaran.
Radio mudah beradaptasi dan sering dengan kehebatanya menyajikan bentuk siaran “live” (secara langsung), tidak memerlukan pemrosesan film, tidak perlu menunggu proses pencetakan. Bahkan pada saat ini radio digunakan sebagai media pendidikan yang menggunakan konsep dan juga fakta.


REFERENSI :
https://sugiyarto92.wordpress.com/kumpulan-makalah/makalah-radio-radio-siaran/